Jumat, 11 Juli 2014

Tauhid, kedudukan dan Fungsi Tauhid

BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Tauhid merupakan sebuah konsep dalam aqidah islam yang menyatakan ke-Esaan Allah. Tauhid adalah mengesakan Allah atau mentauhidkan Allah. Banyak para ulama yang mendefinisikan pengertian tauhid berbeda, namun perbedaan itu hanyalah pada redaksi atau kalimat yang digunakan, sedangkan substansinya sama. Intinya menerangkan tentang ilmu yagn berhubungan dengan ketuhanan.
Ilmu tauhid merupakan sebuah disiplin ilmu islam yang amat dikenal baik oleh kalangan akademis ataupun oleh kalangan masyarakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan  ilmu tersebut dalam menjelaskan berbagai maslah yang muncul di masyarakat. Karena keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam kehidupannya sering kali dilihat dari sisi tauhid (teologi) . Hal itulah yang menjadikan ilmu ini menarik untuk dikaji, dan diketahui oleh setiap umat islam, sehingga bisa mengambil manfaat dari ilmu ini untuk mencapai sebuah tujuan hakiki dari kehidupan ini.
Selain itu dalam makalah ini akan dijelaskan pula manfaat serta keutamaan dan makna kalimat “ laa ilaha illa Allah “ . Dimana kebanyakan kita belum mengetahui kalimat yang satu ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.

2.      Rumusan Masalah

Ø  Apa yang kita ketahui tentang tauhid ?
Ø  Bagaimana kedudukan dan fungsi tauhid ?
Ø  Bagaimana makna dari kalimat “ Laa illaha ilaa allah “ ?


3.      Tujuan

v  Untuk mengetahui pengertian dari tauhid.
v  Untuk mengetahui kedudukan tauhid dan fungsinya.
v  Untuk memahami makna kalimat “ Laa illaha ilaa allah “









BAB II
PEMBAHASAN

1.     Pengertian Ilmu Tauhid

            Perkataan tauhid berasal dari bahasa arab Wahhada – Yuhawwidu yang secara etimologis berarti ke-Esaan, sehingga istilah mentauhidkan berarti, “Mengesakan”. Sementara para ulama ada yang mendefinisikan tauhid berbeda, namun substansinya sama. Seperti Syekh Muhammad Abduh mengatakan bahwa Tauhid adalah suatu ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat – sifat yang wajib tetap pada-Nya, sifat –sifat yang boleh disifatkan kepadaNya dan tentang sifat – sifat yang sama sekali wajib dilenyapkan dari padaNya. Juga membahas tentang rosul- rosul Allah, meyakinkan kerasulan mereka, apa yang boleh dihubungkan kepada mereka, dan apa yang terlarang menghubungkan kepada mereka “.
Sementara Prof.M.Thahir A.Muin memberikan definisi Tauhid adalah ilmu yang menyelidiki dan membahas soal yang wajib, mustahil dan jaiz bagi Alla dan bagi sekalian utusan –utusan Nya, juga mengupas dalil – dalil yang mungkin cocok dengan akal pikiran sebagai alat lunak untuk membuktikan adaNya zat yang mewujudkan.
            Disamping itu masih banyak definisi lain yang dikemukakan para ahli tentang ilmu tauhid tersebut.Akan tetapi dari definisi – definisi tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ilmu tauhid adalah ilmu yang berhubungan dengan masalah ketuhanan (Allah) , rosul atau nabi dan masalah yang berkaitan dengannya.
Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` dan Sifat-Nya.
Urgensi Tauhid: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya hanya Dia yang Maha Pencipta, Maha Pengatur alam semesta. Hanya Dia lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. Dan setiap yang disembah selain-Nya adalah batil. Sesungguhnya Dia Subhanahu wa Ta’ala bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia Subhanahu wa Ta’ala mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi.
 Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:”Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS. Al-Anbiya` :25)


Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah Subhanahu wa Ta’ala (saja), dan jauhilah Thaghut itu”,  (QS. An-Nahl :36)
2.     Hakikat Tauhid

Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Hakekat tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi tiga, berikut penjelasannya.

v  Mengesakan Alloh dalam Rububiyah-Nya

Maksudnya adalah kita meyakini keesaan Alloh dalam perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Alloh, seperti mencipta dan mengatur seluruh alam semesta beserta isinya, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Alloh Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan(Ath-Thur: 35-36)

Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Alloh, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89). Dan yang amat sangat menyedihkan adalah kebanyakan kaum muslimin di zaman sekarang menganggap bahwa seseorang sudah dikatakan beragama Islam jika telah memiliki keyakinan seperti ini. Wallohul musta’an.

v  Mengesakan Alloh Dalam Uluhiyah-Nya
Maksudnya adalah kita mengesakan Alloh dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Alloh semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Alloh mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad: 5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Alloh semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Alloh dan Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.

v  Mengesakan Alloh Dalam Nama dan Sifat-Nya
Maksudnya adalah kita beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Alloh yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh. Dan kita juga meyakini bahwa hanya Alloh-lah yang pantas untuk memiliki nama-nama terindah yang disebutkan di Al-Qur’an dan Hadits tersebut (yang dikenal dengan Asmaul Husna). Sebagaimana firman-Nya “Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi Dialah Asmaaul Husna.” (Al-Hasyr: 24)
Seseorang baru dapat dikatakan seorang muslim yang tulen jika telah mengesakan Alloh dan tidak berbuat syirik dalam ketiga hal tersebut di atas. Barangsiapa yang menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dalam salah satu saja dari ketiga hal tersebut, maka dia bukan muslim tulen tetapi dia adalah seorang musyrik.
3.     Kedudukan Tauhid
Tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan tentang kedudukan Tauhid Uluhiyah (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali dilanggar oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim namun pada kenyataannya mereka menujukan sebagian bentuk ibadah mereka kepada selain Alloh, baik itu kepada wali, orang shaleh, nabi, malaikat, jin dan sebagainya.
Ø  Tauhid Adalah Tujuan Penciptaan Manusia
Alloh berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56) maksud dari kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Alloh dalam segala macam bentuk ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu, seorang sahabat dan ahli tafsir. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Alloh saja. Tidaklah mereka diciptakan untuk menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main dan bersenang-senang belaka. Sebagaimana firman Alloh “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.” (Al Anbiya: 16-17). “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115)
Ø  Tauhid Adalah Tujuan Diutusnya Para Rosul
Alloh berfirman, “Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Alloh, dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl: 36). Makna dari ayat ini adalah bahwa para Rosul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam diutus oleh Alloh untuk mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak memepersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah “Sudahkah kita memenuhi seruan Rosul kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam untuk beribadah hanya kepada Alloh semata? ataukah kita bersikap acuh tak acuh terhadap seruan Rosululloh ini?” Tanyakanlah hal ini pada masing-masing kita dan jujurlah…
Ø  Tauhid Merupakan Perintah Alloh yang Paling Utama dan Pertama
Alloh berfirman, “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa: 36). Dalam ayat ini Alloh menyebutkan hal-hal yang Dia perintahkan. Dan hal pertama yang Dia perintahkan adalah untuk menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Perintah ini didahulukan daripada berbuat baik kepada orang tua serta manusia-manusia pada umumnya. Maka sangatlah aneh jika seseorang bersikap sangat baik terhadap sesama manusia, namun dia banyak menyepelekan hak-hak Tuhannya terutama hak beribadah hanya kepada Alloh semata.





4.     Keutamaan “ Kalimat Laa Ilaha illallah ”
            Ibnu Rajab dalam kalimatul ikhlas mengatakan, “ Kalimat tauhid (laa ilaha illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung “. Lalu beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keutamaan kalimat yang mulia ini. Di antara yang beliau sebutkan :

a)      Kalimat ‘laa ilaha illallah’ merupakan harga surga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan ‘ Asyhadu ‘alla ilaha illallah. Lalu beliau mengatakan kepada muadzin tadi
Engkau terbebas dari neraka”.( H.R.Muslim no 876)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
“ Barang siapa yang akhir perkataanya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga ” ( HR Abu Daud.Dikatakan sohih oleh syekh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no 1621 ).

b)     Kalimat “ Laa ilaha illallah “ adalah kebaikan yang paling utama
Abu Dzar berkata :
“ Katakanlah padaku wahai rosulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada syurga dan menjauhkan ku pada neraka.”Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Apabila engkau melakukan kejelekan ( dosa ) , maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, “ Wahai rasulullah, apakah laa ilaha ilallah merupakan kebaikan ? “ Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda , “ Kalimat itu ( laa ilaha ilallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapus dosa dan kesalahan.”

c)      Kalimat “ laa ilaha ilallah “ adalah dzikir yang paling utama
Hal ini sebagaimana terdapat pada hadist yang disandarkan kepada nabi shalallah alaihi wa sallam, “ Dzikir yang paling utama adalah bacaan “laa ilaha ilallah”.

d)     Kalimat “laa ilaha ilallah” adalah amal yang paling utama, paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak dan merupakan pelindung dari gangguan setan.
Sebagaimana dalam shohihain dari Abu Hurairoh r.a dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“ Barang siapa mengucapkan “laa ilaha illallah wahdau laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay’in qodiir” (Tiada sembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tiada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak ( yg dimemerdekakan ) , dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” ( HR Bukhari dan HR Muslim)

e)      Kalimat “ laa ilaha ilallah “ adalah kunci syurga, orang yang mengucapkannya bisa masuk syurga lewat pintu yang dia suka.
Dari ‘ Ubadah bin shomit r.a, Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
“ Barang siapa mengucapkan ‘ saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang wajib di sembah dengan benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya dan bersaksi bahwa ‘isa adalah hamba allah dari anak hambaNya dan KalimatNya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dariNya, dan bersaksi pula bahwa syurga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam syurga dari 8 pintu syurga mana saja yang dia kehendaki,” (HR. Muslim).

Inilah sebagian diantara keutamaan kalimat syahadat Laa ilaha ilallah dan masih banyak lagi keutamaan lainnya.



















Idzhar dalam bacaan al-quraan

A. PENGERTIAN IDZHAR Idzhar merupakan membaca dengan terang, jelas, atau mengeluarkan huruf dari makhrajnya dengan tiada bercampur gunnah (mendengung) dan tasydid. B. Dalam HUKUM BACAAN NUN SUKUN Dan TANWIN ada 5 : 1) Idzhar chalqi 2) Idghom bigunnah 3) Idghom bila gunnah 4) Iklab 5) Ikhfa Dimana di sini akan di jelaskan tentang idzhar chalqi  Idzhar Chalqi Idzhar artinya menjelaskan atau menerangkan Chalqi artinya tenggorokan Hukum bacaan di sebut idzhar chalqi adalah apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf-huruf chalqi. Huruf-huruf idzhar chalqi ada 6 yaitu Hamzah ( ء ), Haa’ ( ه ) , ‘Ain ( ع ) , Chaa’( ح ), Ghoin ( غ ) , dan khoo’ ( خ ) Huruf ini di sebut huruf chalqi karena makhroj (tempat keluarnya huruf) adalah kerongkongan. Cara membaca nun sukun atau tanwin yang demikian harus terang, jelas dan pendek, bunyi suaranya tetap jelas, tidak samar dan tidak mendengung. Huruf idzhar yang 6 itu terhimpun di permulaan kata syair : خَاسِرٍ ---غَيْرُ ---حَازَهُ ---عِلمًا ---هَاكَ--- أخِي Contoh Idzhar chalqi : نْ bertemu dengan ء أَنَا اِنْ نْ bertemu dengan ء عْطٰى أَ مَنْ ه bertemu dengan نْ يَنْهَي ع bertemu dengan نْ عَلَقِي مَنْ ح bertemu dengan نْ نَ يَنْحِتُوْ غ bertemu dengan نْ غِلِ مِنْ ء bertemu dengan ً ا اَحَدْ ً كُفُو ٍ bertemu dengan ء سِدٍاِذَا حَا ٌ bertemu dengan ه هِيَ سَلامٌ ٍ bertemu dengan ع جَنَّةٍعَالِيَةِ ً bertemu dengan ح حِسَاباً ءً عَطَا ٌ bertemu dengan غ غَيْرُ اَحْرٌ ٍ beremu dengan خ َخَيْرًا ذَرَّةٍ ٍ bertemu dengan ء اوَقَبَ اِذَ غَاسِقٍ خ bertemu dengan نْ خَوْقٍ مِنْ ٌ bertemu dengan ه هِيَ سَلَامٌ ٍ bertemu dengan ه هَادٍ قَوْمٍ ٍ bertemu dengan ع عَالِيَةٍ جَنَّةٍ فِ ً bertemu dengan ء مَسَلاًأَصْحَبَ نْ bertemu dengan ء أَنْتُمْ اِنْ نْ bertemu dengan ج جُنْدٍ مِنْ نْ bertemu dengan ء أَنْفُسِهِمْ وَمِنْ ٍ bertemu dengan ع عَلَي ٍظَل ٍ bertemu dengan ع عَلِيْمٌ خَلْقٍ ٍ bertemu dengan ع بِقَدِرٍعَلَي نْ bertemu dengan خ خَلَقْنَا مَنْ نْ bertemu dengan ح حَمِيْمِ مِنْ ٌ bertemu dengan ع نُوْحٍ عَلَي سَلَمٌ نْ bertemu dengan ح تَنْحِتُوْنَ نْ bertemu dengan ع عِبَادِنَا مِنْ نْ bertemu dengan ه هُوَصَا مِنْ نْ bertemu dengan ه عَنْهُمَ نْ bertemu dengan ء إِفْكِهِمْ مِنْ ٌ bertemu dengan ء إِلَي ذَاهِبٌ ً bertemu dengan ء أَبِفْكًاءَالِهَةً نْ bertemu dengan ح مِنْحَافَمَ ً bertemu dengan ء وَعِظَمًاأَءِنَّا ٍ bertemu dengan ا بِزِيْنَةٍاَلْكَوَا نْ bertemu dengan ع أَنْعَمًا نْ bertemu dengan ء أَنْتُمْ إِنْ نْ bertemu dengan ح عَنْحَامُعْرِضِيْنَ نْ bertemu dengan ء ءَايَنِ مِنْ ً bertemu dengan ء حِيْنَ وَمَتَعًاإِلَي  Idzhar wajib Di katakan idzhar wajib apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf 4 yakni Yaa, Nun, Miem,dan Wawu dalam suatu perkataan, maka hukum bacaannya tidak lagi di sebut idghom bigunnah dan tidak di suarakannya dengan mendengung, tetapi wajib di baca dengan terang dan jelas. Hukum bacaaannya di sebut idzhar wajib. Contoh idzhar wajib : دُنْيَا صِنْوَانٌ بُنْيَانٌ قِنْوَانٌ C. Dalam HUKUM BACAAN MIEM SUKUN ada 3 :  Idzhar syafawi  Ikhfa syafawi  Idghom miemi Dimana akan di jelaskan salah satunya tentang idzhar syafawi  Idzhar syafawi Syafawi asal katanya Syafatun artinya bibir. Hukum bacaan di sebut idzhar syafawi ialah apabila miem sukun berhadapan dengan salah satu huruf hijaiyah 26, selain miem dan baa. Membacanya miem di suarakan dengan terang dan jelas di bibir serta mulut tertutup, dan harus di perjelas lagi bila miem sukun bertemu dengan wawu dan faa. Contohnya yaitu : مْ bertemu ذ ذُوْرَحْمَةٍ رَبُّكُمْ مْ bertemu ز `ٰٰٰءَ زَيَّنَاالسَّمَا اَمْ مْ bertemu س سَبْعًا فَوْقَكُمْ مْ bertemu ش شَرُّاْلبَرِيَّة هُمْ مْ bertemu ص صَادِقِيْنَ كُنتُمْ اِنْ مْ bertemu ك كَانُوا اِنَّهُمْ مْ bertemu ل لَايَوْمِنُوْنَ فِمَالَهُمْ مْ bertemu ن نَجْعَلْ اَلَمْ مْ bertemu ر رِحْلةَ اِيْلَافِحِمْ مْ bertemu و وَلَاهُمْ عَلَيْحِمْ مْ bertemu ه اَمْهِلْهُمْ مْ bertemu ي يَعلَمْ مَالَمْ مْ bertemu ء اَجْرُهُمْ فَلَهُمْ مْ bertemu ت تَرَكَيْفَ اَلَمْ مْ bertemu ث اِلٰى ثُمَّ بِكُمْ كِّلَ وُ مْ bertemu ج جَنّٰتٌ لَهُمْ مْ bertemu ح حَافِظِيْنَ عَلَيْهِمْ مْ bertemu خ خَيْرُالْبَرِيَّة هُمْ مْ bertemu ض وَامْضُوْا مْ bertemu ط طَعَامٌ لَهُمْ مْ bertemu ظ السَّوْء ظَنَّ ظَنَنْتُمْ مْ bertemu ع عَلَيْحَاقُعُوْد اِذْهُمْ مْ bertemu ف فِيْهَا لَهُمْ مْ bertemu ق قَالُوْا وَاِدَارَاَوْهُمْ مْ bertemu د عَلَيْحِمْ فَدَمْدَمَ مْ bertemu غ غَوْرًا`ءُوكُمْ مَا مْ bertemu ي يَلِدْ لَمْ مْ bertemu ي يَكُنْ وَلَمْ مْ bertemu و وَلَا عَلَيْحِمْ مْ bertemu ع عَبِدُوْ اَنْتُمْ مْ bertemu د دِيْنُكُمْ لَكُمْ مْ bertemu ع صَلَ عَنْ ا هُمْ مْ bertemu س سَاهُوْنَ تِحِمْ مْ bertemu غ فَهُمْ غَفِلُوْنَ مْ bertemu ف حِرْ فَهُمْ هُمْ مْ bertemu ل لَايُوْمِنُوْنَ فَهُمْ مْ bertemu ء أَغَلًا أَعْنَقِهِمْ مْ bertemu س سَدًّ أَيُدِيْحِمْ مْ bertemu س سَدًا خَلْفِهِمْ مْ bertemu ف فَأَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ مْ bertemu ل لَايُبْصِرُوْنَ فَهُمْ مْ bertemu و وَكُلَّا فَهُمْ مْ bertemu ف نُعْرِفَلَا قْهُمْ مْ bertemu و يُنقَذُوْنَ وَلَاهُمْ لَهُمْ مْ bertemu ء إِلّاكَانُوْا رَبِهِمْ مْ bertemu ت تُرْحَمُوْنَ لَعَلَكُمْ مْ bertemu ل لَعَلَكُم خَلْفَكُمْ D. Dalam HUKUM BACAAN LAM TA’RIF Yang disebut Lam Ta’rif yaitu Alif dan Lam yang selalu berada di awalan kata benda (isim) sehingga perkataan tersebut menjadi Ma’rifat. Idzhar Qomariyah ;Alif dan Lam ada yang di baca terang dan jelas atau di idzharkannya karena berhadapan dengan huruf-huruf tertenu. Idzhar Syamsiyah ; Alif dan Lam yang bunyinya di hilangkan atau tidak di ucapkan melainkan di idghomkan pada huruf berikutnya.  Idzhar Qomariyah Qomariyah dari kata qomar artinya bulan. Hukum bacaan di sebut idzhar qomariyah adalah apabila Alif dan Lam bertemu dengan salah satu huruf qomariyah. Cara membacanya harus di jelaskan atau di idzharkan. Contoh idzhar qomariyah : ال bertemu dengan ء اَلْأَبْتَرْ ال bertemu dengan ب اِلْبَيِّنَةْ ال bertemu dengan غ اَلْغَاشِيَةْ ال bertemu dengan ح اَلْحُطَمَةْ ال bertemu dengan ج اَلْجَحِيْمِ ال bertemu dengan ك اَلْكُوْثَرْ ال bertemu dengan و اَلْوَسْوَاسِ ال bertemu dengan خ اَلْخَنَّاسْ ال bertemu dengan ف اَلْفِيْلِ ال bertemu dengan ع اَلْعُقَدْ ال bertemu dengan ق اَلْقَارِعَةْ ال bertemu dengan ي اَليَتِيْمِ ال bertemu dengan م اَلْمِسْكِيْنِ ال bertemu dengan ه اَلْهُدٰى ال bertemu dengan م اَلْمُصَدِّقِيْنَ ال bertemu dengan ع اَلْعَظِيْمُ ال bertemu dengan ع اَلْعَمَلُوْنَ ال bertemu dengan ب اَلْبُطُوْنَ ال bertemu dengan ف اَلْفَوْاءَانَا ال bertemu dengan أ اَلْأَوَّلِينَ ال bertemu dengan م اَلْمُنْذَرِيْنَ ال bertemu dengan م اَلْمُحْلَصِيْنَ ال bertemu dengan م اَلْمُجِيْبُوْنَ ال bertemu dengan ك اَلْكَرْبِ ال bertemu dengan ب اَلْبَاقِيْنَ ال bertemu dengan ع اَلْعَلَمِيْنَ ال bertemu dengan م اَلْمُوْمِنِيْنَ ال bertemu dengan م اَلْمَنَامِ ال bertemu dengan غ اَلْغَلِبِيْنَ ال bertemu dengan ك اَلْكِتَبَ ال bertemu dengan م اَلْمُسْتَبِيْنَ ال bertemu dengan ء اَلْأَخِرِيْنَ ال bertemu dengan م اَلْمُرْسَلِيْنَ ال bertemu dengan ء اَلْأَوَّلِيْنَ ال bertemu dengan م اَلْمَلَءِكَةَ ال bertemu dengan ب اَلْبَنَاتِعَلَي ال bertemu dengan م اَلْمَنْصُوْرُوْنَ ال bertemu dengan غ اَلْغَلِبُوْنَ ال bertemu dengan ع اِلْعِرَّةِ ال bertemu dengan ف اَلْفُلْكِ ال bertemu dengan م اَلْمَسْحُوْنَ ال bertemu dengan ج اَلْجَنَّةِ ال bertemu dengan ي اَلْيَوْمَ ال bertemu dengan م اَلْمُرْسَلُوْنَ ال bertemu dengan ء اَلْإِنْسَنُ ال bertemu dengan ع اَلْعِظَمَ ال bertemu dengan ء اَلْأَرْضِ ال bertemu dengan م اَلْمَشْرِقِ ال bertemu dengen خ اَلْخَطْفَةَ ال bertemu dengan ج اَلْجَحِيْمِ ال bertemu dengan ي مُسْتَسلِمُوْنَ اَلْيَوْمَ ال bertemu dengan ء ءِكِ اَلأَرَا` ال bertemu dengan ي أَيُّحَا اَلْيَوْمَ ال bertemu dengan م اَلْمُجْرِمُوْنَ ال bertemu dengan ي بِمَا اَلْيَوْمَ ال bertemu dengan ي نَخْتِمُ اَلْيَوْمَ ال bertemu dengan م عَلَي اَلْمُوْلُ ال bertemu dengan ك اَلْكَفِرِينَ ال bertemu dengan ء اَلْأَخْضَرِنَارًا ال bertemu dengan ء بِقَدِ اَلْأَرْضَ ال bertemu dengan ك اَلْكَوَاكِبِ ال bertemu dengan ف اَلْفَصْلِ ال bertemu dengan ع اَلْعَذَابِ Huruf Qomariyah terkumpul dalam kalimat : عَقِيْمَةْ----- وَخَفْ ----- حَجَّكَ ----- اَبْغِ DAFTAR PUSTAKA Asy’ari Ba,Abdullah.1987.Pelajaran Tajwid Qaidah Bagaimana Seharusnya Membaca , Al-qurqn Untuk Pelajaran Permulaan.Surabaya:Apollo Lestari. Zarkasyi,KH Imam.Pelajaran Tajwid Qaidah Bagaimana Mestinya Membaca Al-quran ,Untuk Pelajaran Permulaan.Gontor Ponorogo:Trimurti Press. Soenarto,Ahmad.1988.Pelajaran Tajwid Praktis dan Lengkap.Jakarta:Bintang Terang.

Sabtu, 05 Juli 2014

Pengaruh Globalisasi

PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDPAN MANUSIA

Peradaban yang terjadi sekarang ini tidak bisa di pisahkan dari globalisasi itu sendiri. Kata globalisasi diambli dari kata global yang artinya universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan kecuali definisi kerja (worrking definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan koeksistensi dengan menyingkirkan batas – batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Globalisasi digerakan oleh kemajuan yang pesat dalam teknologi transformasi dan informasi komunikasi. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya globalisasi di dunia.
1.      Hilir mudiknya kapal pengangkut barang antara negara yang menunjukan keterkaitan antar  manusia di seluruh dunia.
2.      Perkembangan barang-barang seperti telepon, televisi, internet menunjukan bahwa komunikasi global terjadi dengan cepatnya, sementara melalui pergerakan  massa semacam turisme, memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
3.      Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan  multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Tride Organization (WTO).
4.      Peningkatan interaksi kultur melauli media massa. Saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dengan fashion, literatur dan makanan.
5.      Menigkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional. Inflasi regional, dan lain-lain.
Globlisasi di munculkan oleh negara-negara maju, karena mereka merasa telah lebih maju dalam menguasai teknologi, telah merasa memperoleh kemajuan yang sangat pesat, terutama di bidang informasi, komunikasi dan transfortasi. Negara- negaranya yaitu Eropa Barat dan Amerika Serikat karena memang kemajuan teknologi negara-negara tersebut lebih cepat di banding dengan negara lain. Sehingga tidak salah jika Toynbee, sejarawan kondang pertengahan abad ke-20 pernah menyatakan : “Para ahli sejarah di masa mendatang akan bekata bahwa kejadian yang besar di abad ke-20 adalah pengaruh kuat peradaban barat terhadap semua masyarakat di dunia. Mereka juga akan berkata bahwa pengaruh tersebut sangat kuat dan bisa menjungkirbalikan korbannya....”
A.    PENGARUH GLOBALISASI
Globalisasi sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa dan masyarakat internasional. Dengan di dukung teknologi komunikasi dan transfortasi yang canggih, dampak globalisasi akan sangat luas dan kompleks. Manusia begitu mudah behubungan dengan manusia lain di manapun di dunia ini. Berbagai barang dan informasidengan berbagai tingkatan kualitas tersedia untuk di konsumsi. Akibatnya, akan mengubah pola pikir, sikap dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat mengakibatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan atau secara umum berpengaruh pada sistem budaya bangsa.
Golbalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertanian.
Pengaruh globalisasi terhadap ideologi dan politik adalah akan semakin menguatnya pengaruh ideologi liberal dalam perpolitikan negara berkembang yang ditandai oleh menguatnya ide dan kebebasan demokrasi. Pengaruh globalisasi terhadap bidang politik antara lain membawa internasionalisasi dan penyebaran pemikiran serta nila-nilai demokratis, termasuk di dalamnya hak asasi manusia. Di sisi lain, ada pula masuknya pengaruh odelogi lain seperti ideologi islam yang berasal dari Timur Tengah, implikasinya adalah negara semakin terbuka dalam pertemuan berbagai ideologi dan kepentingan politik negara.
Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi antara lain
·         Menguatnya kapitalisme dan pasar bebas. Hal ini ditunjukan dengan semakin tumbuhnya perusahaan transnasional yang beroperasi tanpa mengenal bata- batas negara.
·         Semakin ketatnya persaingan dalam menghasilkan barang dan jasa dalam pasar bebas.
·         Kapitalisme menuntut adanya ekonomi pasar yang lebih bebas untuk mempertinggi asas manfaat, kewiraswastaan, akumulasi modal, membuat keuntungan, serta manajemen rasional. Ini semua menuntut adanya mekanisme global yang baru berupa struktur kelembagaan yang baru yang ditentukan oleh ekonomi raksasa.
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya adalah masuknya nilai-nilai dari peradaban lain. Hal ini berakibat timbulnya erosi nilai-nilai sosial budaya suatu bangsa yang menjadi jati dirinya.
·         Semakin lancar dengan pesatnya media informasi dan komunikasi seperti televisi, handphone, internet dan lain-lain .
·         Masuknya nilai budaya asing akan membawa pengaruh pada sikap, perilaku dan kelembagaan masyarakat.
Menghadapi perilaku  seperti ini di perlukan suatu upaya yang mampu mensosialisasikan budaya nasional sebagai jati diri bangsa.
Globalisasi juga memberikan dampak terhadap pertahanan dan keamanan negara. Menyebarkan perdagangan dan indusitri di seluruh dunia akan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan yang dapat menggangu keamanan bangsa. Globalisasi menjadikan suatu negara amat perlu menjalin kerjasama pertahanan dengan negara lain seperti latihan perang bersama, perjanjian pertahanan, pendidikan militer antarpersonel negara. Hal ini di karenakan , saat ini ancaman bukan lagi bersifat konvensional tetapi kompleks dan semakin canggih. Misalnya ancaman terorisme, pencemaran udara, kebocoran nuklir, kebakaran hutan dan sebagainya.
B.     EFEK GLOBALISASI BAGI INDONESIA
Globalisasi telah melanda kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, globalisasi telah memberikan pengaruh besar dalam kehidupan bersama, baik pengaruh positif maupun negatif. Proses saling mempengaruhi sesungguhnya adalah gejala yang wajar dalam interaksi antarmasyarakat. Melalui interaksi dengan berbagaii masyarakat yang menghuni nusantara (sebelum bangsa Indonesaia terbentuk) telah mengalami proses di pengaruhi dan memengaruhi. Pada hakikatnya, bangsa Indonesia atau bangsa-bangsa negara lain berkembang karena adanya pengaruh dari luar.
Aspek Positif Globalisasi, antara lain:
a.       Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi.
b.      Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia untuk berhubungan dengan manusia lain
c.       Kemajuan teknologi komunikasi , informasi dan transfortasi meningkatkan efisiensi.
Aspek Negatif Globalisasi, antara lain:
a.       Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan identitas suatu bangsa.
b.      Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang semakin besar.
c.       Dalam bidang eknomi, berkembang nilai-nilai konsumerisme dan individual yang menggeser nilai-nilai sosial masyarakat.
d.      Terjadi dehuuminisasi,  yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena nantinya lebih banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
Globalisasi dapat dilihat dari dua sisi,:
1.      Sebagai ancaman, globalisasi lebih banyak berdampak negatif seperti :
Ø  Merebaknya konsumerisme,
Ø  Materialisme
Ø  Hedonisme
Ø  Sekularisme
Ø  Mengagung-agungkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Ø  Kemewahan yang tidak semestinya
Ø  Foya-foya
Ø  Pergaulan bebas
Ø  Budaya kekerasan
Ø  Pornografi
Ø  Pornoaksi dan semacamnya.
Pengaruh tersebut bukan saja lewat dunia film melainkan juga media cetak dan televisi dengan satelitnya, serta yang sekarang sedang menjadi trend adalah internet. Intinya adalah nilai-nilai yang dibawa peradaban global, terutama perasaban Barat, memberi dampak buruk bagi sikap dan perilaku masyarakat Indonesia.
2.      Sebagai peluang, akan memberi pengaruh positif. Artinya globalisasi membawa serta peradaban luar yang ditengarai berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia. Hal posisif antara lain:
Ø  Budaya disiplin
Ø  Kebersihan’tanggung jawab
Ø  Egalitarianisme
Ø  Budaya kompetisi
Ø  Kerja keras
Ø  Penghargaan terhadap orang lain
Ø  Demokrasi
Ø  Jujur
Ø  Optimis
Ø  Mandiri
Ø  Tata aturan dan sebagainya.
C.    SIKAP TERHADAP GLOBALISASI
Dalam menghadapi globalisasi ini, bangsa-bangsa di dunia memberi respon atau tanggapan yang dapat di kategorikan sebagai berikut;
1)      Sebagian bangsa menyambut positif globalisasi karena menganggap sebagai jalan keluar baru untuk perbaikan nasib umat manusia.
2)      Sebagian masyarakat yang kritis menolak globalisasi karena dianggap sebagai bentuk baru penjajahan (kolonialisme) melalui cara-cara baru yang berdifat transnasioanal di bidang politik, ekonomi, dan budaya.
3)      Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat perkembangan teknologi informasi dan transfortasi tetapi tetap kritis terhadap akibat negatif globalisasi.
Ada juga kelompok yang pro atau mendukung globalisasi dan kelompok yang anti globalisasi.
Bagi bangsa Indonesia, globalisasi perlu di waspadai dan dihadapi dengan sikap arif dan bijaksana. Salah satu sisi negatif globalisasi adalah semakin menguatnya nilai-nilai materialitstis pada masyarakat Indonesia. Di sisi lain, nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, keramahtamahan sosial, dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia makin pudar. Inilah yang menjadi penyebab krisis pada jati diri bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, dalam pembangunan 5 tahun ke depan dinyatakan adanya Program Pengembangan Nilai Budaya. Program ini bertujuan untuk memperkuat jati diri suatu bangsa (identitas nasional) dan memantapkan budaya nasional.


Tujuan tersebut dicapai antara lain melalui:
Upaya memperkokoh ketahanan budaya nasional sehingga mampu menangkal penetrasi budaya-budaya asing yang bernilai negatif dan memfasilitasi proses adopsi dan adaptasi budaya asing yang bernilai positif dan produktif.
Diupayakan pula pembangunan moral bangsa yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, gotong royong, kemandirian, sikap toleransi, rasa malu, dan tanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA
Setiadi, EM, dkk. 2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung : Kencana Prenada Media Grup.
Sujarwa. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jogjakarta : Pustaka Pelajar.


Penulis : Nunung Nurhayati
Anda mendapatkan apa yang anda pikirkan walaupun anda tidak mengingikannya
twiit@Nhuyzhi_RaksaDirana

email: nhuynhuy94@gmail.comhttp://globalisasi.com